Namanya Gendis

Gendis, artinya gula. Sejak dulu, saya menyukai kata itu. Kalau diingat-ingat, mungkin sejak sekolah dasar, ketika pertama kali mengenal kata benda dalam pelajaran bahasa Indramayu. Kata tersebut memiliki arti yang sama pula dalam bahasa Jawa, mungkin karena akar bahasa Indramayu adalah bahasa Jawa. Mungkin. Beberapa waktu ini, kata 'gendis' menjadi booming di antara teman-teman saya. Apa pasal? Sejak sebuah tweet mampir di akun twitter saya pertengahan Januari lalu, Gendis kontan menjadi bagian dari orang banyak. Gendis. Saya melahirkan nya tiga bulan yang lalu. Ia kemudian saya perkenalkan di blog, yang beberapa hari kemudian saya cut sebagian isinya. Kata teman, itu lebih aman untuk sebuah karya. Gendis kemudian bertumbuh dan pergi jauh. Saya sudah lama tidak mengenal kabarnya hingga hari itu tiba. Firasat seorang ibu mungkin. Hari itu saya berniat membeli majalah Janna, sudah menyentuhnya di rak salah satu toko buku, namun akhirnya urung dibeli. Alasanny...