Di Pojok Ruangan
Tampak seperti tidak disengaja memang, ketika jemari saya menari menjelajah folder-folder yang ada di dalam netbook, hingga berhenti tepat di sebuah folder bernama kenangan. Sebagaimana sebuah kenangan, ia memang bisa muncul kembali tiba-tiba; diinginkan atau tidak. Disengaja atau sama sekali kebetulan. Dan saya kembali pada tepian itu; kenangan. Dan ternyata sebuah kenangan saja tidak cukup untuk dinikmati. Ada yang mendorong saya bergerak lebih jauh sampai akhirnya menemukan sebuah tulisan dalam blog yang dahulu begitu sering saya singgahi. Ada yang serupa dengan kenangan yang sedang saya ingat kembali dalam tulisan itu. Ada rasa yang menyeruak lagi. Bagaimana bisa sebuah tulisan mampu memutar ulang kenangan dalam episode nya yang lengkap? Apa ada yang belum selesai hingga tulisan itu dihadirkan? Semoga tidak. Entahlah. Kenangan membuat saya melihat diri saya sendiri di pojok itu, di waktu itu. Melihat bagaimana lemahnya saya, bagaimana cengeng dan melankolisnya saya. Melihat beta...