Suatu kali, kita bertemu lalu berpisah lagi. Tapi satu pertemuan itu, telah menorehkan kesan mendalam yang rupanya menghiasi diri saya saat ini. Terima kasih, Maria. Namanya Maria. Gadis SMA berjilbab, pendiam, hanya duduk di pojok ruangan sepanjang acara Workshop Pembentukan Forum Anak Kabupaten Indramayu. Dua hari acara, saya tak menaruh sedikitpun minat untuk mengenalnya, maupun sekedar menyapanya. Paling saya hanya tersenyum, ketika ia menangkap basah kalau saya tengah memandangnya sambil bertanya-tanya dalam hati. Ah, apa enaknya main dengan anak berkerudung yang duduk di pojokan sana, yang hanya diam saja dari tadi? Namanya Maria. Pada akhirnya saya mengetahui kalau gadis berkacamata itu bernama Maria. Itupun karena fasilitator kegiatan workshop, Teh Diana. Ketika waktu rehat tiba, Teh Diana yang merupakan fasilitator dari Lembaga Perlindungan Anak Jawa Barat itu mendekati saya, dan duduk di samping saya. Ia merengkuh pundak saya dan berkata, "Intan, coba deh ajak main...