Ah, apalah arti sebuah mimpi! Sejujurnya, saya selalu merasa takjub ketika mendengar orang menceritakan mimpinya, apalagi kalau menceritakan mimpi yang dialaminya secara detail. Gila, kok bisa? Mimpi itu kan, kita alami sewaktu tidur, kok bisa ya mereka ingat bagian-bagian dari mimpinya? Ah, saya mah tidak bisa melakukannya. Iya, selalu seperti itu. Okelah, kadangkala mungkin saya terlalu bersemangat di dalam diri saya, namun ketika terbangun zap! Tiba-tiba saja saya tak lagi memikirkannya. Lha, boro-boro memikirkannya, mengingatnya pun tidak, yaah... kecuali serpihan-serpihan kecil dari mimpi yang saya alami. That's it. Lantas tiba-tiba saja, hari itu saya bertemu dengan dua orang kakak tingkat. Pada awalnya, kami sekedar menanyakan kabar masing-masing, berlanjut dengan membicarakan aktivitas kami saat ini, dan entah bagaimana mulanya, kami jadi membahas mimpi. Hm, mungkin begitulah kalau beberapa perempuan berkumpul, tak akan pernah kehabisan bahan untuk dibicarakan. Saya m...